Mengapa Perlu Asuransi Jiwa

Sangat disayangkan saat ini masih saja ada orang yang berpikir bahwa mereka tidak memerlukan asuransi jiwa. Beberapa orang lebih memilih asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan bermotor karena kebutuhan asuransi tersebut lebih urgentBy the way, saya bukan orang asuransi. Saya hanya melihat dari segi financial distress yang mungkin ditimbulkan jika Anda tidak punya asuransi jiwa.

Asuransi jiwa sebenarnya merupakan asuransi yang sangat murah dengan pembayaran per termin yang saat ini banyak ditawarkan. Persyaratan untuk claim asuransi jiwa pun tidak banyak “aneh-aneh” dan tersebunyi. Asalkan Anda meninggal, maka asuransi Anda pasti dapat di claim. Beda dengan asuransi penyakit kritis dengan segala terms and conditions yang banyak sekali.

Memang tidak enak membicarakan kematian kita sendiri, tapi mari kita coba pikirkan sejenak.

Mengapa Anda Perlu Asuransi Jiwa

Alasan utama yang biasa kita dengar adalah memberikan benefit kepada orang-orang yang kita cintai pada saat kita meninggal dunia. Ini adalah alasan yang terutama dan terpenting.

Selain itu, ada juga alasan-alasan lain yang perlu dipikirkan

Membayar “Pemakaman” Kita

Proses pemakaman saat ini bisa dibilang tidak murah. Apalagi keluarga kita tentu mau memberikan pemakaman yang proper untuk kita, bukan hanya sekedar di kubur dalam tanah. Jika Anda tidak punya asuransi jiwa, ini bisa menjadi masalah keuangan baru bagi keluarga Anda, apalagi dengan kondisi keuangan yang pas-pas an.

Biaya Pengobatan sebelum Kematian

Kebanyakan kematian tidak datang tiba-tiba. Jika kita meninggal karena penyakit tertentu, maka setelah kita meninggal, biaya pengobatan kita tidak serta merta menjadi gratis. Tagihan pengobatan kita menjadi tanggung jawab keluarga kita yang harus segera dilunasi. Bukankah kita malah menambah beban buat orang-orang yang kita cintai kalau kita tidak punya asuransi jiwa?

Beberapa orang berpikir “kan ada asuransi sakit kritis”. Asuransi sakit kritis dapat di claim jika kita sudah memenuhi semua terms and conditions yang ada dalam polis kita. Dan biasanya banyak sekali bagian-bagian penting dalam syarat ketentuan itu yang tidak / kurang diinformasikan kepada kita.

Utang

Jika kita punya cicilan utang, misalnya KPR rumah, kredit kendaraan bermotor, maka setelah kita meninggal, utang tersebut juga tidak serta merta dianggap lunas. Utang tetap harus di bayar, namun saat ini jatuh kepada ahli waris kita, yaitu keluarga yang kita cintai.

Persediaan untuk masa transisi

Setelah Anda meninggal, tentunya keluarga Anda akan mengalami trauma berat dan perlu masa transisi untuk dilewati. Penghasilan keluarga Anda akan menurun drastis karena kondisi ini. Trauma ini juga bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan bagi keluarga Anda – yang juga perlu dibayar. Asuransi jiwa Anda dapat memberikan uang lebih untuk keluarga Anda sampai mereka dapat melewati masa transisi ini.

Siapa yang perlu Asuransi Jiwa?

Kadang mereka yang masih single menganggap bahwa mereka tidak perlu asuransi jiwa karena belum ada tanggungan. Sebenarnya semua orang perlu asuransi jiwa dengan alasan-alasan diatas. Paling tidak asuransi tersebut dapat mengcover biaya-biaya yang keluarga Anda akan keluarkan pada saat Anda meninggal.

Seberapa besar Asuransi Jiwa yang diperlukan

Seperti penuturan pada bagian di atas, asuransi jiwa yang Anda miliki harus dapat meng-cover biaya rumah sakit dan biaya pemakaman Anda, melunasi semua tanggungan utang / cicilan Anda, memberikan uang lebih kepada keluarga Anda dalam masa-masa transisi dengan kondisi yang baru tanpa Anda. Paling tidak asuransi jiwa Anda harus dapat membayar hal-hal tersebut.

Mengapa Orang tidak mau Mengambil Asuransi Jiwa

Beberapa alasan orang yang tidak mau mengambil asuransi jiwa.

Tidak cukup uang

Cash flow Anda tidak cukup untuk pengeluaran premi asuransi jiwa. Penghasilan Anda selalu habis untuk membayar keperluan bulanan Anda. Coba pikirkan lagi! Ini justru menjadi alasan sangat penting untuk memiliki asuransi jiwa. Dengan kondisi keuangan yang sangat pas-pasan, Anda akan meninggalkan keluarga Anda dengan financial distress yang lebih mengerikan.

Mulailah berhemat! Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Mulai cari premi asuransi jiwa yang masuk dalam budget Anda.

“Saya punya asuransi dari Kantor”

Beberapa perusahaan besar memberikan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan kepada karyawan mereka, namun biasanya tidak terlalu besar. Masalah lainnya adalah ketika Anda kehilangan pekerjaan Anda, maka asuransi Anda pun akan hilang. Pada saat Anda tidak punya pekerjaan, maka akan lebih sulit untuk mendapatkan asuransi jiwa dengan premi lebih murah.

Tidak mau memikirikan tentang kematian

Beberapa orang enggan membicarakan asuransi jiwa karena seperti membicarakan kematian Anda. Wake Up! Anda tidak mungkin hidup selamanya. Cepat atau lambat Anda pasti akan meninggal. Coba pikirkan sejenak kondisi keuangan keluarga Anda setelah Anda meninggal.

Asuransi Jiwa dengan Premi Bulanan

Asuransi jiwa yang banyak ditawarkan saat ini memberikan keringanan kepada kita karena kita dapat membayar premi per bulan sesuai dengan budget kita. Biasanya lebih murah daripada investasi-investasi lain.

Beberapa asuransi jiwa saat ini juga menggandeng produk investasi jadi kita dapat mengatur persentasi untuk asuransi jiwa dan persentasi untuk investasi.

Namun saya pribadi lebih memilih untuk memaksimalkan di asuransi jiwa dengan alasan bahwa toh pada akhirnya asuransi jiwa kita pasti keluar. Cuma masalah waktu saja. Mungkin bisa dengan persentasi lebih kecil pada investasi, jadi kita serasa menabung dan dapat menikmati hasilnya di kemudian hari sebelum kita meninggal.

Produk asuransi dan investasi saat ini banyak yang memberikan jaminan bahwa kita hanya perlu membayar premi selama 10 tahun. Setelah 10 tahun, premi kita akan dibayarkan oleh hasil investasi dari produk asuransi tersebut.

Premi asuransi juga sangat tergantung pada kondisi Anda saat ini. Usia lebih muda mendapat premi lebih murah. Kondisi kesehatan Anda saat ini juga mempengaruhi harga premi asuransi yang harus dibayarkan.

Jika Anda dan pasangan Anda sudah mempunyai asuransi, mulai pikirkan asuransi buat anak Anda. Karena asuransi untuk anak-anak mempunyai premi lebih murah dan juga pada saat anak Anda masih kecil, pengeluaran Anda untuk anak Anda masih tergolong kecil. Pada saat anak Anda masuk teenager dengan biaya sekolah dan lain-lain yang lebih besar, paling tidak Anda sudah meng-cover asuransi jiwa anak Anda selama kurang lebih 10 tahun dan berharap hasil investasi pada produk asuransi tersebut sudah dapat membayarkan premi asuransi anak Anda.

Mulailah menyusun strategi keuangan keluarga Anda sekarang!

2 Comments

  1. budiman-Reply
    June 9, 2017 at 10:33 pm

    Terima kasih atas artikelnya namun saya mempunyai pengalaman buruk menjadi nasabah S*N*RM*AS MSIG , untuk klaim dipersulit berbelit belit prosedurnya dan nilai investasinya ancur minus banyak

    • eric-Reply
      June 10, 2017 at 11:03 am

      Terima kasih atas responnya. Kalau saya memang menekankan pada perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan, jadi saya tidak terlalu melihat hasil investasi. Kalau saya membandingkan beberapa asuransi untuk mendapatkan UP (uang pertanggungan) yang paling besar dengan premi paling kecil karena saya lebih mengutamakan asuransi jiwa daripada produk investasinya. Jika Anda tertarik untuk investasi, mungkin bisa mulai mencari tahu mengenai reksadana.

Leave A Comment

%d bloggers like this: